Kamis, 13 Mei 2010

studi kelayakan usaha

STUDY KELAYAKAN USAHA

PROF.DR.H.TIRTA JAYA JENAHAR,SE,MS


I .ARTI DAN KEGUNAAN STUDY KELAYAKAN USAHA

1.1. Arti Study Kelayakan Usaha.

Study kelayakan usaha pada hakekatnya adalah suatu kajian untuk mempelajari apakah suatu gagasan usaha atau proyek dapat dilaksanakan dengan menguntungkan (Masriadi,1999). Selanjutnya Andy (2004) mengemukakan bahwa study kelayakan proyek adalah suatu study yang dilakukan terhadap proyek yang diusulkan untuk menentukan apakah proyek tersebut cukup layak untuk dilanjutkan ketahap persiapan yang lebih rinci. Analisis yang membandingkan biaya dan manfaat untuk menentukan apakah proyek yang diusulkan akan mampu mencapai program yang ditetapkan sehingga layak untuk dilaksanakan.
Proyek adalah usaha yang tidak rutin dan direncanakan sebelumnya, apabila dilaksanakan akan menghasilkan manfaat bagi masyarakat dan mendapatkan keuntungan bagi investor dalam jangka waktu tertentu (Masriadi,1999). Proyek merupakan bagian dari program yang masing-masing mempunyai perencanaan, pembiayaan dan implementasi.
Menurut Andy (2003) pengertian proyek dapat dilihat dari dua hal yaitu :
a. Aktivitas yang direncanakan dan dilaksanakan dalam bentuk suatu kesatuan dengan memanfaatkan sumber daya tertentu untuk memperoleh manfaat di kemudian hari.
b. Aktivitas yang melibatkan penggunaan satu atau lebih sumber daya yang terbatas dalam suatu periode tertentu untuk tujuan menghasilkan suatu penerimaan sosial ekonomi dalam bentuk barang dan jasa.

1.2. Kegunaan Study Kelayakan

Kegunaan study kelayakan adalah untuk menghasilkan bahwa rencana investasi proyek akan memberikan manfaat atau keuntungan yang memadai bagi investor, pengguna, pemerintah dan masyarakat pada umumnya sekaligus menghindari kekeliruan penanaman modal yang beresiko terjadinya kegagalan (Jenahar,2004).
Menurut Mas’ud (1992) beberapa jenis manfaat atau benefit dalam study kelayakan proyek yaitu :
a. Manfaat finansial adalah manfaat proyek bagi proyek itu sendiri
b. Manfaat sosial adalah manfaat proyek bagi masyarakat disekitar proyek
c. Manfaat ekonomi adalah manfaat proyek bagi pengembangan perekonomian nasional.

1.3. Kreteria Usaha Yang Layak
Menurut Masriadi (1999) bahwa terdapat beberapa kriteria usaha yang layak dilaksanakan yaitu :
a. Memberikan manfaat bagi masyarakat.
b. Tidak bertentangan dengan peraturan.
c. Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah.
d. Mampu hidup dan berkembang.
e. Mampu memberikan keuntungan yang wajar.
f. Dapat membayar bunga kredit.
g. Dapat melunasi hutang-hutangnya.

II..ASPEK-ASPEK KELAYAKAN USAHA
Menurut Masriadi (1999) bahwa pada dasarnya ada lima pertanyaan yang harus dikaji dalam study kelayakan usaha atau proyek yaitu :
a. Apakah tidak bertentangan dengan peraturan ?
b. Apakah secara teknis dapat dilakukan atau dilaksanakan ?
c. Apakah hasil produksi dapat di jual atau di pasarkan ?
d. Apakah tenaga yang ada dapat mengelolanya ?
e. Apakah secara keuangan mendapatkan keuntungan ?

Kegiatan penyusunan study kelayakan merupakan kegiatan untuk menjawab dan mengecek kelima pertanyaan tersebut dengan teliti dan dituliskan dalam suatu laporan. Kelima pertanyaan tersebut mencakup lima aspek yaitu aspek yuridis, aspek teknis, aspek manajemen, aspek pemasaran dan aspek keuangan.

2.1. Aspek Yuridis
2.1.1. Peraturan Perundangan
Pelaksanaan suatu usaha atau proyek terikat dengan ketentuan peraturan yang berlaku, karena itu harus diteliti sebelumnya agar tidak bertentangan dengan ketentuan hukum, selanjutnya semua persyaratan badan hukum, perijinan termasuk izin masyarakat setempat, pajak, asuransi harus lengkap dan jelas.

2.1.2. Dampk Lingkungan
Pelaksanaan suatu usaha atau proyek harus diteliti tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan seperti kebisingan, pencemaran air, udara, dan zat padat yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, karena itu perlu dilengkapi dengan dokumen Penyajian Informasi Lingkungan (PIL) atau Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

2.2 Aspek Teknis
Beberapa bagian aspek teknis yang perlu diteliti dan dilaporkan dalam study kelayakan yaitu lokasi, bahan baku, alat dan mesin.

2.2.1 Lokasi
Penentuan lokasi usaha atau proyek merupakan unsur yang ikut menentukan keberhasilan usaha atau proyek, karena itu harus diteliti dengan cermat sarana dan prasarana yang tersedia atau yang harus disediakan. Lokasi usaha atau proyek harus sesuai dengan persyaratan teknis, strategis, murah biayanya, tingkat persaingannya rendah dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Beberapa hal yang harus diteliti antara lain tinggi tempat dari permukaan laut, iklim, tanah dan air, jarak ketempat bahan baku, jarak ke pasar, transparansi, komunikasi, dan fasilitas umum.

2.2.2. Bahan Baku
Bahan baku merupakan bahan utama untuk proses produksi menghasilkan suatu produk. Beberapa hal yang harus diketahui yaitu deposit bahan baku, supply bahan baku, kualitas bahan baku, kesinambungan bahan baku dan kemudahan mendapatkannya karena itu harus diteliti apa jenis bahan bakunya, berapa banyak bahan baku, dimana mendapatkannya dan bagaimana mendapatkannya.

2.2.3. Peralatan dan mesin
Peralatan dan mesin merupakan alat dan mesin penggerak untuk memproses bahan baku menjadi bahan jadi atau produk. Beberapa hal yang harus diketahui peralatan dan mesin antara lain jenis, merk, kapasitas, tenaga penggerak yang dipakai dan harga mesin, oleh karena itu harus diteliti apa jenis dan merk alat mesin yang diperlukan dan yang tersedia di pasar, berapa kapasitas alat mesin dan berapa harga alat mesin.

2.3. Aspek Pemasaran
Beberapa bagian aspek pemasaran yang perlu diteliti dan dilaporkan dalam study kelayakan yaitu calon pembeli,permintaan, saingan dan penjualan.

2.3.1. Calon Pembeli
Barang yang akan diproduksi seharusnya sudah diperkirakan calon pembelinya, karena itu harus diteliti siapa yang diharapkan akan membelinya misalnya petani, pegawai, kaum ibu, anak muda; berapa jumlah calon pembeli: tidak terbatas, terbatas, dimana mereka berada: di kota, di desa, di pegunungan, kapan akan membelinya: harian, mingguan, tahunan, atau musiman.

2.3.3.Saingan
Saingan yang menjual produk dalam bentuk atau fungsinya yang sama harus ditaksir berapa jumlah saingan, oleh karena itu harus diteliti berapa jumlah saingan, dimana pesaing berada dan bagaimana ciri-ciri saingan antara lain langsung dan tidak langsung, bentuk saingan, harga, kualitas, penampilan, dan pelayanannya.

2.3.4. Penjualan
Setelah mengidentifikasi calon pembeli, permintaan dan saingan, maka disusun perkiraan penjualan, karena itu harus diperkirakan berapa jumlah yang mungkin bisa terjual, berapa sebaiknya harga jual dan bagaimana cara menjualnya.
2.4. Aspek Manajemen.
Beberapa bagian aspek manajemen yang perlu diteliti dan dilaporkan dalam study kelayakan yaitu struktur organisasi dan tenaga kerja.

2.4.1. struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan kerangka tubuh organisasi. Struktur organisasi yang lemah akan membuat manajemen yang rapuh, oleh karena itu harus diciptakan struktur organisasi yang baik, walau sederhana namun efektif dan sesuai dengan luasnya cakupan skala usaha atau kerja, garis perintah dan pelaporan yang jelas dan tidak berbeli-belit.

2.4.2. Tenaga Kerja
Tanaga kerja atau personalia merupakan faktor yang ikut menentukan keberhasilan suatu usaha atau proyek, oleh karena itu harus diteliti ketersediaan tenaga kerja baik untuk pimpinan, administrasi, teknisi atau buruh, selain itu kemungkinan upah atau gaji yang wajar.

2.5. Aspek Keuangan
Beberapa bagian aspek keuangan yang perlu diteliti dan dilaporkan dalam study kelayakan yaitu jumlah biaya, jumlah penerimaan, sumber dana, rencana pengembalian dana, proyeksi rugi laba, proyeksi neraca dan penilaian kelayakan usaha atau proyek.

2.5.1. Jumlah Biaya
Biaya yang diperlukan untuk usaha atau proyek terdiri dari biaya investasi dan biaya modal kerja. Biaya investasi terdiri dari biaya penelitian, perijinan, tanah, bangunan, alat dan mesin, kendaraan, sedangkan biaya modal kerja terdiri dari pembelian bahan baku, bahan pembantu, barang setengah jadi, cadangan piutang dan cadangan kas.

2.5.2.Jumlah Penerimaan
Penerimaan merupakan hasil produksi yang terjual dikalikan dengan harga penjualan produk. Oleh karena itu harus diperkirakan jumlah produk yang terjual, perkiraan harga yang wajar, jumlah penerimaan termasuk penerimaan lainnya. Jumlah penerimaan dihitung sesuai dengan waktu terjadinya.

2.5.3. Sumber Dana
Sumber dana kegiatan usaha atau proyek besumber dari modal sendiri atau modal pinjaman. Biasanya pihak kreditur akan meminjamkan dananya maksimal 70% dari kebutuhan, sedangkan sisanya dari modal sendiri, oleh karena itu harus diteliti sumber dana pinjaman kreditnya, persyaratan dan jumlah nilai yang diperbolehkan dan rencana pengembalian kreditnya.

2.5.4. Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi laporan keuangan yang harus disiapkan yaitu laporan rugi laba, neraca, dan aliran kas. Proyeksi laporan keuangan dipersiapkan berdasarkan produksi bulanan, semesteran, atau tahunan.

2.5.5. Penilaian Kelayakan Usaha
Menurut Kadariah (1979), bahwa kriteria penilaian kelayakan usaha pada umumnya yaitu nilai kini bersih (NPV), penerimaan dan biaya ratio (R/C ratio) dan tingkat keuntungan intern (IRR) dan periode pengembangan investasi (Pay back period).


III. PENYUSUNAN STUDY KELAYAKAN

Laporan study kelayakan pada dasarnya mencakup seluruh aspek kelayakan usaha disertai lampiran yang menyajikan keterangan tambahan untuk memperjelas study kelayakan dan ringkasan singkat mengenai latar belakang, tujuan, lokasi, metode study, hasil analisis, kesimpuan dan saran mengenai proyek yang diajukan. Adapun sistematika laporan study kelayakan seperti dibawah ini :





3.1. Sistematika Laporan Study Kelayakan

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
RINGKASAN
I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan Study Kelayakan
1.3. Lokasi Usaha / Proyek
1.4. Metode Study
II ASPEK KELAYAKAN USAHA ATAU PROYEK
2.1. Aspek Yuridis
2.2. Aspek Teknis
2.3. Aspek Pemasaran
2.4 Aspek Manajemen
2.5.Aspek Keuangan
III. KESIMPULAN DAN SARAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar