Jumat, 14 Mei 2010

PROPOSAL PENELITIAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN EKONOMIS PETANI KARET

PROPOSAL PENELITIAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN EKONOMIS PETANI
DALAM PEREMAJAAN KEBUN KARETNYA

PROF.DR.H.TIRTA JAYA JENAHAR,SE.MS
Konsultan Penelitian Ekonomi

1.Latar Belakang
Pemerintah Provinsi dan Kabupaten /Kota di Sumatera Selatan pada tahun 1982 – 2003 telah meremajakan kebun karet rakyat seluas 1.248 ha melalui proyek bantuan parsial, namun demikian kenyataan pada tahun 2004 rata-rata produktivitas karet rakyat yaitu sekitar 0,68 ton kadar karet kering (kkk) per hektar per tahun relatif lebih rendah dibandingkan dengan produktivitas karet perkebunan besar negara sekitar 1,16 ton kkk per hektar per tahun.. Apabila total produksi karet dibagi total areal perkebunan karet rakyat yang menghasilkan di Sumatera Selatan maka rata-rata produktivitas karet rakyat yaitu sekitar 1,09 ton kkk per hektar per tahun relatif masih lebih rendah dari produktivitas karet perusahaan besar negara dan swasta, apalagi dibandingkan dengan produktivitas karet klon unggul dapat mencapai 2,5 ton kkk per hektar per tahun (Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, 2005).

2.Di Sumatera Selatan masih terdapat tanaman tua/rusak pada tahun 2003 dengan luas sekitar 129.499 ha yang secara ekonomis tidak menguntungkan lagi tetapi belum diremajakan petani bahkan pada tahun 2004 cenderung terjadi peningkatan luas areal tanaman karet tua/rusak menjadi 143.239 ha, walaupun ada sebagian tanaman tua/rusak yang telah diremajakan namun tingkat pertumbuhan luas areal tanaman tua/rusak tahun l971-2003 sekitar 4,6 % per tahun sedangkan tingkat pertumbuhan peremajaan tanaman karet tahun 1971-2003 sekitar 2,1 % per tahun. (Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, 2005).

3.Luasnya areal tanaman tua/rusak menyebabkan produktivitas karet rendah dan rendahnya produksi karet yang diikuti rendahnya harga karet menyebabkan pendapatan petani rendah. Rendahnya pendapatan petani menyebabkan rendahnya tabungan dan rendahnya kemampuan ekonomis petani untuk membiayai peremajaan kebun karetnya sehingga tanaman karet tua/rusak milik petani belum dilakukan peremajaan. Berkaitan dengan hal ini timbul pertanyaan seberapa besar tingkat kemampuan ekonomis petani untuk membiayai peremajaan kebun karetnya secara mandiri pada kondisi kebun karet sat ini ?

4.Selain itu rendahnya produktivitas karet rakyat, menyebabkan rendahnya produksi karet dan rendahnya pendapatan dari usahatani karet juga mempengaruhi rendahnya pendapatan rumah tangga petani. Pendapatan rumah tangga petani mempengaruhi biaya kebutuhan rumah tangga petani. Jumlah anggota keluarga dan pendidikan formal petani akan mempengaruhi biaya kebutuhan rumah tangga petani. Apabila petani tidak melakukan investasi maka tabungan sama dengan pendapatan rumah tangga dikurangi biaya kebutuhan rumah tangga karena itu tabungan juga mempengaruhi pendapatan rumah tangga. Rumah tangga yang mempunyai pendapatan tinggi dapat melakukan kegiatan penabungan yang tinggi pula. Tabungan mempengaruhi besarnya tingkat kemampuan ekonomis petani. Berkaitan dengan hal ini perlu dikaji faktor ekonomi dan non-ekonomi yang mempengaruhi kemampuan ekonomis petani untuk membiayai peremajaan kebun karetnya.

5.Kondisi usahatani karet petani belum maju dicirikan dengan belum menggunakan bahan tanaman klon unggul, kurangnya pemeliharaan tanaman, pohon disadap belum mengikuti teknis yang benar dan bahan olah karet belum diolah dengan baik. Sedangkan kondisi usahatani karet petani maju dicirikan dengan telah menggunakan tanaman klon unggul, pemeliharaan tanaman cukup intensif, penyadapan karet mengikuti teknis anjuran penyuluh dan bahan olah karet diolah dengan baik. Walaupun petani maju telah menggunakan klon unggul namun belum mengadopsi sepenuhnya teknologi budidaya karet yang direkomendasikan karena itu pada penelitian ini akan dikaji mengenai perbedaan tingkat kemampuan ekonomis petani untuk membiayai peremajaan kebun karetnya secara mandiri.

6.Dari kenyataan kondisi perkebunan karet rakyat yaitu produktivitas karet rendah, luasnya areal tanaman karet tua/rusak dan harapan mempercepat peremajaan kebun karet rakyat maka dapat disimpulkan bahwa yang menjadi masalah pokok adalah Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kemampuan ekonomis petani dalam peremajaan kebun karetnya dengan beberapa pertanyaan mendasar sebagai berikut :
a.Bagaimana kemampuan ekonomis petani untuk membiayai peremajaan kebun karetnya secara mandiri ?
b.Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan ekonomis petani karet.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan ekonomis petani dalam peremajaan kebun karetnya secara mandiri dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan ekonomis petani karet pada wilayah penelitian di Sumatera Selatan. Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani perkebunan karet rakyat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar