ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Perpustakaaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Prof. DR. H. TIRTA JAYA JENAHAR, SE. M.Si.
Cetakan : 1 – Malang
Agritek Yayasan Pembangungan Nasional. 2009
170 hlm : 16 x 24 cm
ISBN : 978-979-26-5257-4
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Penulis:
Prof. DR. H. TIRTA JAYA JENAHAR, SE. M.Si.
Tata Letak dan Grafis:
Heru Setiawan
Penyunting:
Drs. Ahmad Sofwani, M.Si
Hak Cipta pada penulis. Dilarang mengutip, memperbanyak dan
menerjemahkan sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa ijin
tertulis dari penulis.
Hak menerbitkan pada Yayasan Pembangunan Nasional Malang
Cetakan Pertama April 2009
Penerbit: Agritek YPN Malang, Jl. Soekarno-Hatta, Malang
Telp. 0341-495545, 0341-7585050, Faks: 0341-824644 Mobile: +628123575333
Isi buku di luar tanggung jawab percetakan
Jumat, 14 Mei 2010
ANALISIS KEMAMPUAN EKONOMIS PETANI
ANALISIS KEMAMPUAN EKONOMIS PETANI DALAM PEREMAJAAN
KEBUN KARET DI SUMATERA SELATAN
ECONOMIC ABILITY ANALYSIS OF FARMER IN REPLANTING
RUBBER ESTATE SOUTH SUMATRA
Prof.Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE,MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The research aims to find out economic ability analysis of farmer to handle replanting infestation cost of rubber estate for traditional farmer and modern farmer. Primary data are from sample traditional farmers and modern farmers on October 2004 until Augustus 2005. The sample size is 360 respondent household farmers in three districts are Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin in South Sumatra. The data analysed by economic analysis, economics age and rubber estate replanting model.The result showed that average degree economic ability modern farmers to handle replanting infestation cost of rubber estate (123 %) more than tradisional farmers. Economic age of rubber plant modern farmers (27 year) more than economic age of rubber plant tradisional farmers (24 year). Economic ability can be increasing to adoption of rubber plant pola, used of leisure time for productif activity and increasing rubber prices.
Keyword : economic ability, rubber replanting, economic age
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan ekonomis petani maju dan petani belum maju untuk membiayai peremajaan kebun karetnya secara mandiri. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data primer secara bertahap dan acak dilakukan pada bulan Oktober 2004 sampai Agustus 2005 dengan mewawancara sebanyak 360 petani sampel pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Analisis data menggunakan analisis ekonomis, metode penentuan umur ekonomis dan model peremajaan kebun karet.
Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat kemampuan ekonomis petani maju dalam membiayai peremajaan kebun karet (123 %) lebih tinggi dari pada petani belum maju (82 %), umur ekonomis tanaman karet petani maju (27 tahun) lebih tinggi dari umur ekonomis karet petani belum maju (24 tahun). Kemampuan ekonomis petani dapat ditingkatkan melalui penerapan pola tanam sela karet, pemanfaatan waktu luang untuk kegiatan produktif dan peningkatan harga jual bahan olah karet.
Kata kunci : Kemampuan ekonomis, peremajaan karet dan umur ekonomis.
KEBUN KARET DI SUMATERA SELATAN
ECONOMIC ABILITY ANALYSIS OF FARMER IN REPLANTING
RUBBER ESTATE SOUTH SUMATRA
Prof.Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE,MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The research aims to find out economic ability analysis of farmer to handle replanting infestation cost of rubber estate for traditional farmer and modern farmer. Primary data are from sample traditional farmers and modern farmers on October 2004 until Augustus 2005. The sample size is 360 respondent household farmers in three districts are Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin in South Sumatra. The data analysed by economic analysis, economics age and rubber estate replanting model.The result showed that average degree economic ability modern farmers to handle replanting infestation cost of rubber estate (123 %) more than tradisional farmers. Economic age of rubber plant modern farmers (27 year) more than economic age of rubber plant tradisional farmers (24 year). Economic ability can be increasing to adoption of rubber plant pola, used of leisure time for productif activity and increasing rubber prices.
Keyword : economic ability, rubber replanting, economic age
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan ekonomis petani maju dan petani belum maju untuk membiayai peremajaan kebun karetnya secara mandiri. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data primer secara bertahap dan acak dilakukan pada bulan Oktober 2004 sampai Agustus 2005 dengan mewawancara sebanyak 360 petani sampel pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Analisis data menggunakan analisis ekonomis, metode penentuan umur ekonomis dan model peremajaan kebun karet.
Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat kemampuan ekonomis petani maju dalam membiayai peremajaan kebun karet (123 %) lebih tinggi dari pada petani belum maju (82 %), umur ekonomis tanaman karet petani maju (27 tahun) lebih tinggi dari umur ekonomis karet petani belum maju (24 tahun). Kemampuan ekonomis petani dapat ditingkatkan melalui penerapan pola tanam sela karet, pemanfaatan waktu luang untuk kegiatan produktif dan peningkatan harga jual bahan olah karet.
Kata kunci : Kemampuan ekonomis, peremajaan karet dan umur ekonomis.
ANALISIS TENAGA KERJA PETANI KARET RAKYAT
ANALISIS TENAGA KERJA PETANI DI PERKEBUNAN KARET RAKYAT SUMATERA SELATAN
Prof.Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE.MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The research aims to find out analysis of labour farmer to handle income household of rubber estate for traditional farmer and modern farmer and to find out the affecting factors of allocation of labour household farmer. Primary data are from sample traditional farmers and modern farmers. The sample size is 360 respondent household farmers in three districts are Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin in South Sumatra. The data analysed by eco-nomic analysis and regression analysis.
The result showed. That proportion allocation of labour traditional farmer and modern are 35,6% and 39,58% less than proportion income household farmer from rubber are 73,87% and 80,48% so the traditional farmer and modern farmer made ability allocation of labour to get income. The affect factors of allocation of labour are positive affect to income farmer, farmer age, total of member household, formal education, rubber replanting and negative affect to productivity of rubber, saving household, replanting are.
Keyword : Analysis economic, allocation of labour, impact.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tenaga kerja petani tradisional dan maju da-lam memperoleh pendapatan rumah tangga kebun karetnya, mengalokasikan tenaga kerja keluarga secara optimal dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi tenaga kerja keluarga petani. Pengumpulan data primer secara acak dilakukan pada bulan Mei sampai Nopember 2004 dengan mewawancara sebanyak 360 petani responden pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tahun dimana proporsi alokasi tenaga kerja petani tradisional dan maju sebesar 35,6% dan 39,58% lebih kecil dari proporsi pendapatan rumah tangga petani dari usahatani karet sebesar 73,87% dan 80,48%. Ini berarti hipotesa ditolak karena terbukti petani tradisional dan maju mampu mengalokasikan tenaga kerjanya secara optimal untuk usahatani karet. Namun masih terdapat waktu luang masing-masing 284 hok per tahun dan 265 hok per tahun. Analisis regresi rumah tangga petani telah menghasilkan koefisien determinasi (R2) lebih dari 0,60. Alokasi tenaga kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan rumah tangganya, usia petani, pendidikan formal, peremajaan kebun karet dan jumlah anggota keluarga dan pengaruh negatif terhadap produktivitas kebun, tabungan rumah tangga petani dan luas areal karet.
Kata kunci : Analisis ekonomi, kebutuhan hidup, pengaruh.
Prof.Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE.MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The research aims to find out analysis of labour farmer to handle income household of rubber estate for traditional farmer and modern farmer and to find out the affecting factors of allocation of labour household farmer. Primary data are from sample traditional farmers and modern farmers. The sample size is 360 respondent household farmers in three districts are Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin in South Sumatra. The data analysed by eco-nomic analysis and regression analysis.
The result showed. That proportion allocation of labour traditional farmer and modern are 35,6% and 39,58% less than proportion income household farmer from rubber are 73,87% and 80,48% so the traditional farmer and modern farmer made ability allocation of labour to get income. The affect factors of allocation of labour are positive affect to income farmer, farmer age, total of member household, formal education, rubber replanting and negative affect to productivity of rubber, saving household, replanting are.
Keyword : Analysis economic, allocation of labour, impact.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tenaga kerja petani tradisional dan maju da-lam memperoleh pendapatan rumah tangga kebun karetnya, mengalokasikan tenaga kerja keluarga secara optimal dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi tenaga kerja keluarga petani. Pengumpulan data primer secara acak dilakukan pada bulan Mei sampai Nopember 2004 dengan mewawancara sebanyak 360 petani responden pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tahun dimana proporsi alokasi tenaga kerja petani tradisional dan maju sebesar 35,6% dan 39,58% lebih kecil dari proporsi pendapatan rumah tangga petani dari usahatani karet sebesar 73,87% dan 80,48%. Ini berarti hipotesa ditolak karena terbukti petani tradisional dan maju mampu mengalokasikan tenaga kerjanya secara optimal untuk usahatani karet. Namun masih terdapat waktu luang masing-masing 284 hok per tahun dan 265 hok per tahun. Analisis regresi rumah tangga petani telah menghasilkan koefisien determinasi (R2) lebih dari 0,60. Alokasi tenaga kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan rumah tangganya, usia petani, pendidikan formal, peremajaan kebun karet dan jumlah anggota keluarga dan pengaruh negatif terhadap produktivitas kebun, tabungan rumah tangga petani dan luas areal karet.
Kata kunci : Analisis ekonomi, kebutuhan hidup, pengaruh.
ANALISIS EKONOMIS USAHATANI KARET DI SUMSEL
ANALISIS EKONOMIS USAHATANI KARET DI SUMATERA SELATAN
Prof,Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE.MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The research aims to find out analysis of economic farmer to handle cost of rubber estate for traditional farmer and modern farmer for cost of living and to find out the affecting factors of the expenditure of household farmer. Primary data are from sample traditional farmers and modern farmers. The sample size is 360 respondent household farmers in three districts are Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin in South Sumatra. The data analysed by eco-nomic analysis and regression analysis.
The result showed. That income traditional farmer and modern farmer average are Rp 7.248.000 per year and Rp 8.576.000 per year where majority made ability to complete the cost of living. The result of economic analysis show attaints that the net present value is Rp 5,287 million, IRR = 16%, B/C ratio = 1,24 and the investment pay back period of 15 year 6 month for traditional farmer and the net present value is Rp 17,44 million, IRR = 23%, B/C ratio = 1,74 and the investment pay back period of 15 year 3 month. The affecting factors of expenditure are positive affect to total farmer income, total of member household, formal education and consumption.
Keyword : Analysis economic cost of living, household farmer, impact.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekonomi petani tradisional dan maju dalam usahatani karetnya untuk biaya kebutuhan hidupnya juga menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga petani. Pengumpulan data primer secara acak di-lakukan pada bulan Mei sampai Nopember 2004 dengan mewawancara sebanyak 360 petani responden pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Analisis data menggunakan analisis ekonomi dan ana-lisis regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan rumah tangga petani tradisional dan maju rata-rata sebesar Rp 7.248.000 per tahun dan Rp 8.576.000 per tahun dimana mayoritas petani responden mampu membiayai kebutuhan hidupnya. Usahatani tanaman karet petani tradisional dan maju layak secara finansial karena dari hasil analisis finansial diperoleh NPV 12% = Rp 5.287.000, IRR = 16%, B/C ratio = 1,24 dan masa pengembalian investasi = 15 tahun 6 bulan untuk usahatani karet petani tradisional sedangkan pada usahatani karet petani maju NPV 12% = Rp 17.440.000, IRR = 23%, B/C ratio = 1,74 dan masa pengembalian investasi = 15 tahun 3 bulan. Pengeluaran rumah tangga petani berpengaruh positif, terhadap pendapatan rumah tangga petani, jumlah keluarga dan peremajaan karet dan pengaruh negatif terhadap tabungan rumah tangga, pendidikan formal dan pengeluaran konsumsi.
Kata kunci : Analisis ekonomi, kebutuhan hidup, pengaruh.
Prof,Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE.MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The research aims to find out analysis of economic farmer to handle cost of rubber estate for traditional farmer and modern farmer for cost of living and to find out the affecting factors of the expenditure of household farmer. Primary data are from sample traditional farmers and modern farmers. The sample size is 360 respondent household farmers in three districts are Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin in South Sumatra. The data analysed by eco-nomic analysis and regression analysis.
The result showed. That income traditional farmer and modern farmer average are Rp 7.248.000 per year and Rp 8.576.000 per year where majority made ability to complete the cost of living. The result of economic analysis show attaints that the net present value is Rp 5,287 million, IRR = 16%, B/C ratio = 1,24 and the investment pay back period of 15 year 6 month for traditional farmer and the net present value is Rp 17,44 million, IRR = 23%, B/C ratio = 1,74 and the investment pay back period of 15 year 3 month. The affecting factors of expenditure are positive affect to total farmer income, total of member household, formal education and consumption.
Keyword : Analysis economic cost of living, household farmer, impact.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekonomi petani tradisional dan maju dalam usahatani karetnya untuk biaya kebutuhan hidupnya juga menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga petani. Pengumpulan data primer secara acak di-lakukan pada bulan Mei sampai Nopember 2004 dengan mewawancara sebanyak 360 petani responden pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Analisis data menggunakan analisis ekonomi dan ana-lisis regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan rumah tangga petani tradisional dan maju rata-rata sebesar Rp 7.248.000 per tahun dan Rp 8.576.000 per tahun dimana mayoritas petani responden mampu membiayai kebutuhan hidupnya. Usahatani tanaman karet petani tradisional dan maju layak secara finansial karena dari hasil analisis finansial diperoleh NPV 12% = Rp 5.287.000, IRR = 16%, B/C ratio = 1,24 dan masa pengembalian investasi = 15 tahun 6 bulan untuk usahatani karet petani tradisional sedangkan pada usahatani karet petani maju NPV 12% = Rp 17.440.000, IRR = 23%, B/C ratio = 1,74 dan masa pengembalian investasi = 15 tahun 3 bulan. Pengeluaran rumah tangga petani berpengaruh positif, terhadap pendapatan rumah tangga petani, jumlah keluarga dan peremajaan karet dan pengaruh negatif terhadap tabungan rumah tangga, pendidikan formal dan pengeluaran konsumsi.
Kata kunci : Analisis ekonomi, kebutuhan hidup, pengaruh.
THE ANALYSIS ECONOMIC ABILITY OF FARMER
THE ANALYSIS ECONOMIC ABILITY OF FARMER
IN REPLANTING RUBBER ESTATE
(HEVEA BRASILLIENSIS) IN SOUTH SUMATRA
Prof.Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE.MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The objective of this study is to analyze the economic ability of nonmodern and modern farmers in bearing the replanting cost of rubber estate, the ability of income farmer to handle cost of living and diference of replanting economic age. The data are collected multi stage sampling for district, subdistrict and village randomly for farmer hausehold and the data collection is on October 2004 till August 2005. the instrument is interview for 360 farmers hausehold 210 nonmodern farmers and 150 modern farmers as sample at 12 villages as representative of Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin District in South Sumatra.The results indicate that the average income of modern and non modern farmers able to handle cost of living about 95 % and 87 %. Economic abilityof modern and non modern farmer able to bearing the replanting cost of their rubber estate about 68 % and 38 %. The economic age modern farmer higher than economic age non modern farmer. Pattern of smallholder rubber estate replanting due to with method of rubber estate replanting and economic ability of farmer. Expected can enhanced of smallholder rubber estate replanting.
Keyword : Analysis economic, economic age, smallholder rubber estate replanting .
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan ekonomis petani belum maju dan maju dalam membiayai peremajaan kebun karetnya, kemampuan pendapatan petani untuk membiayai kebutuhan rumah tangganya dan menganalisis perbedaan umur ekonomis serta merancang model peremajaan kebun karet rakyat berdasarkan kemampuan ekonomis petani. Pengumpulan data primer secara survei dengan penarikan sampel secara bertahap dilakukan secara proporsional dan diambil secara acak pada bulan Oktober 2004 sampai Agustus 2005 dengan mewawancara sebanyak 360 petani sampel pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Analisis data menggunakan analisis finansial pendapatan petani, metode penentuan umur ekonomis dan menggunakan analisis statistik uji nilai tengah.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pendapatan rumah tangga petani maju yang mampu membiayai kebutuhan rumah tangganya sekitar 95 % relatif lebih tinggi dari petani belum maju sekitar 87 %. Kemampuan ekonomis petani maju yang mampu membiayai peremajaan kebun karetnya sekitar 68 % relatif lebih tinggi dari petani belum maju sekitar 38 %. Terdapat perbedaan umur ekonomis peremajaan karet petani maju sekitar 27 tahun dan petani belum maju sekitar 24 tahun.
Metode penentuan umur ekonomis dapat dilakukan dengan menghubungkan antara keuntungan usahatani karet dan biaya kebutuhan rumah tangga petani. Model peremajaan kebun karet rakyat secara mandiri dapat dilakukan berdasarkan tingkat kemampuan ekonomis petani. Tingkat kemampuan ekonomis petani dapat ditingkatkan melalui penerapan pola tanaman sela karet, pemanfaataan waktu luang untuk kegiatan produktif dan peningkatan harga jual bahan olah karet.
Kata kunci : kemampuan ekonomis, umur ekonomis dan model peremajaan kebun karet.
IN REPLANTING RUBBER ESTATE
(HEVEA BRASILLIENSIS) IN SOUTH SUMATRA
Prof.Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE.MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The objective of this study is to analyze the economic ability of nonmodern and modern farmers in bearing the replanting cost of rubber estate, the ability of income farmer to handle cost of living and diference of replanting economic age. The data are collected multi stage sampling for district, subdistrict and village randomly for farmer hausehold and the data collection is on October 2004 till August 2005. the instrument is interview for 360 farmers hausehold 210 nonmodern farmers and 150 modern farmers as sample at 12 villages as representative of Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin District in South Sumatra.The results indicate that the average income of modern and non modern farmers able to handle cost of living about 95 % and 87 %. Economic abilityof modern and non modern farmer able to bearing the replanting cost of their rubber estate about 68 % and 38 %. The economic age modern farmer higher than economic age non modern farmer. Pattern of smallholder rubber estate replanting due to with method of rubber estate replanting and economic ability of farmer. Expected can enhanced of smallholder rubber estate replanting.
Keyword : Analysis economic, economic age, smallholder rubber estate replanting .
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan ekonomis petani belum maju dan maju dalam membiayai peremajaan kebun karetnya, kemampuan pendapatan petani untuk membiayai kebutuhan rumah tangganya dan menganalisis perbedaan umur ekonomis serta merancang model peremajaan kebun karet rakyat berdasarkan kemampuan ekonomis petani. Pengumpulan data primer secara survei dengan penarikan sampel secara bertahap dilakukan secara proporsional dan diambil secara acak pada bulan Oktober 2004 sampai Agustus 2005 dengan mewawancara sebanyak 360 petani sampel pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Analisis data menggunakan analisis finansial pendapatan petani, metode penentuan umur ekonomis dan menggunakan analisis statistik uji nilai tengah.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pendapatan rumah tangga petani maju yang mampu membiayai kebutuhan rumah tangganya sekitar 95 % relatif lebih tinggi dari petani belum maju sekitar 87 %. Kemampuan ekonomis petani maju yang mampu membiayai peremajaan kebun karetnya sekitar 68 % relatif lebih tinggi dari petani belum maju sekitar 38 %. Terdapat perbedaan umur ekonomis peremajaan karet petani maju sekitar 27 tahun dan petani belum maju sekitar 24 tahun.
Metode penentuan umur ekonomis dapat dilakukan dengan menghubungkan antara keuntungan usahatani karet dan biaya kebutuhan rumah tangga petani. Model peremajaan kebun karet rakyat secara mandiri dapat dilakukan berdasarkan tingkat kemampuan ekonomis petani. Tingkat kemampuan ekonomis petani dapat ditingkatkan melalui penerapan pola tanaman sela karet, pemanfaataan waktu luang untuk kegiatan produktif dan peningkatan harga jual bahan olah karet.
Kata kunci : kemampuan ekonomis, umur ekonomis dan model peremajaan kebun karet.
KEMAMPUAN EKONOMIS PETANI KARET DI SUMATERA SELATAN
ECONOMIC ABILITY ANALYSIS OF FARMER IN REPLANTING
RUBBER ESTATE (HEVEA BRASILLIENSIS) IN SOUTH SUMATRA
Prof.Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE.MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The research aims to find out economic ability analysis of farmer to handle replanting infestation cost of rubber estate for traditional farmer and modern farmer and to find out the affecting factors of economic behaviour of household farmer in replanting of them rubber estate. Primary data are from sample traditional farmers and modern farmers on may until November 2005. The sample size is 360 respondent household farmers in three districts are Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin in South Sumatra. The data analysed by eco-nomic analysis and regression analysis.The result showed that the traditional farmer and modern farmer majority (>50%) made ability to handle replanting infestation cost of rubber estate, except for traditional farmer. If the farmer used leisure labour will be increasing income about Rp 3.975.000 per year and Rp 4.260.000 per year can be increasing economic ability of farmers more than 67% of replanting infestation cost where the farmer must saving about 8% from their saving per year. The affect-ing factors of economic ability of household farmer are positive affect to total of member household, formal education, productivity of rubber, replanting area and negative affect to farmer age. The affecting factors of replanting area are positive affect to rubber age, price of rubber and negative affect to price of rubber wood and productivity of rubber.
Keyword : economic ability, rubber replanting, impact.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan ekonomis petani tradisional dan maju untuk menanggung biaya investasi peremajaan kebun karetnya dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ekonomi rumah tangga petani. Pengumpulan data primer secara acak dilakukan pada bulan Mei sampai Nopember 2004 dengan mewawancara seba-nyak 360 petani responden pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Analisis data menggunakan analisis ekonomi dan analisis regresi.Hasil penelitian menunjukan bahwa hipotesa ditolak untuk petani maju karena terbukti kemampuan ekonomis mayoritas (>60%) mampu menanggung biaya investasi peremajaan kebun karetnya, sedangkan petani tradisional (43,89%) hipotesa diterima. Penggunaan waktu luang tenaga kerja keluarga petani tradisional dan maju untuk bekerja di luar usahatani akan menambah pendapatan sebesar Rp 3.975.000 per tahun dan Rp 4.260.000 per tahun akan meningkatkan kemampuan ekonomis petani melebihi 67% dari biaya investasi peremajaan karet dimana petani diharuskan menabung sekitar 8% dari tabungannya per tahun. Luas areal peremajaan kebun karet berpengaruh positif terhadap umur tanaman karet dan harga karet, dan pengaruh negatifterhadap produktivitas karet dan harga kayu karet.
Kata kunci : Kemampuan ekonomis, peremajaan karet, pengaruh.
ECONOMIC ABILITY ANALYSIS OF FARMER IN REPLANTING
RUBBER ESTATE (HEVEA BRASILLIENSIS) IN SOUTH SUMATRA
Prof.Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE.MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The research aims to find out economic ability analysis of farmer to handle replanting infestation cost of rubber estate for traditional farmer and modern farmer and to find out the affecting factors of economic behaviour of household farmer in replanting of them rubber estate. Primary data are from sample traditional farmers and modern farmers on may until November 2005. The sample size is 360 respondent household farmers in three districts are Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin in South Sumatra. The data analysed by eco-nomic analysis and regression analysis.The result showed that the traditional farmer and modern farmer majority (>50%) made ability to handle replanting infestation cost of rubber estate, except for traditional farmer. If the farmer used leisure labour will be increasing income about Rp 3.975.000 per year and Rp 4.260.000 per year can be increasing economic ability of farmers more than 67% of replanting infestation cost where the farmer must saving about 8% from their saving per year. The affect-ing factors of economic ability of household farmer are positive affect to total of member household, formal education, productivity of rubber, replanting area and negative affect to farmer age. The affecting factors of replanting area are positive affect to rubber age, price of rubber and negative affect to price of rubber wood and productivity of rubber.
Keyword : economic ability, rubber replanting, impact.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan ekonomis petani tradisional dan maju untuk menanggung biaya investasi peremajaan kebun karetnya dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ekonomi rumah tangga petani. Pengumpulan data primer secara acak dilakukan pada bulan Mei sampai Nopember 2004 dengan mewawancara seba-nyak 360 petani responden pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Analisis data menggunakan analisis ekonomi dan analisis regresi.Hasil penelitian menunjukan bahwa hipotesa ditolak untuk petani maju karena terbukti kemampuan ekonomis mayoritas (>60%) mampu menanggung biaya investasi peremajaan kebun karetnya, sedangkan petani tradisional (43,89%) hipotesa diterima. Penggunaan waktu luang tenaga kerja keluarga petani tradisional dan maju untuk bekerja di luar usahatani akan menambah pendapatan sebesar Rp 3.975.000 per tahun dan Rp 4.260.000 per tahun akan meningkatkan kemampuan ekonomis petani melebihi 67% dari biaya investasi peremajaan karet dimana petani diharuskan menabung sekitar 8% dari tabungannya per tahun. Luas areal peremajaan kebun karet berpengaruh positif terhadap umur tanaman karet dan harga karet, dan pengaruh negatifterhadap produktivitas karet dan harga kayu karet.
Kata kunci : Kemampuan ekonomis, peremajaan karet, pengaruh.
ANALISA TENAGA KERJA PETANI KARET
THE ANALYSIS OF LABOUR FARMER
IN RUBBER ESTATE IN SOUTH SUMATRA
ANALISIS TENAGA KERJA PETANI
PADA PERKEBUNAN KARET DI SUMATERA SELATAN
Prof.Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE.MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The research aims to find out analysis of labour farmer to handle income household of rubber estate for traditional farmer and modern farmer and to find out the affecting factors of allocation of labour household farmer. Primary data are from sample traditional farmers and modern farmers. The sample size is 360 respondent household farmers in three districts are Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin in South Sumatra. The data analysed by eco-nomic analysis and regression analysis.
The result showed. That proportion allocation of labour traditional farmer and modern are 35,6% and 39,58% less than proportion income household farmer from rubber are 73,87% and 80,48% so the traditional farmer and modern farmer made ability allocation of labour to get income. The affect factors of allocation of labour are positive affect to income farmer, farmer age, total of member household, formal education, rubber replanting and negative affect to productivity of rubber, saving household, replanting are.
Keyword : Analysis economic, allocation of labour, impact.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tenaga kerja petani tradisional dan maju da-lam memperoleh pendapatan rumah tangga kebun karetnya, mengalokasikan tenaga kerja keluarga secara optimal dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi tenaga kerja keluarga petani. Pengumpulan data primer secara acak dilakukan pada bulan Mei sampai Nopember 2004 dengan mewawancara sebanyak 360 petani responden pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tahun dimana proporsi alokasi tenaga kerja petani tradisional dan maju sebesar 35,6% dan 39,58% lebih kecil dari proporsi pendapatan rumah tangga petani dari usahatani karet sebesar 73,87% dan 80,48%. Ini berarti hipotesa ditolak karena terbukti petani tradisional dan maju mampu mengalokasikan tenaga kerjanya secara optimal untuk usahatani karet. Namun masih terdapat waktu luang masing-masing 284 hok per tahun dan 265 hok per tahun. Analisis regresi rumah tangga petani telah menghasilkan koefisien determinasi (R2) lebih dari 0,60. Alokasi tenaga kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan rumah tangganya, usia petani, pendidikan formal, peremajaan kebun karet dan jumlah anggota keluarga dan pengaruh negatif terhadap produktivitas kebun, tabungan rumah tangga petani dan luas areal karet.
Kata kunci : Analisis ekonomi, kebutuhan hidup, pengaruh.
IN RUBBER ESTATE IN SOUTH SUMATRA
ANALISIS TENAGA KERJA PETANI
PADA PERKEBUNAN KARET DI SUMATERA SELATAN
Prof.Dr.H.Tirta Jaya Jenahar,SE.MS
Dosen STIE APRIN Palembang
ABSTRACT
The research aims to find out analysis of labour farmer to handle income household of rubber estate for traditional farmer and modern farmer and to find out the affecting factors of allocation of labour household farmer. Primary data are from sample traditional farmers and modern farmers. The sample size is 360 respondent household farmers in three districts are Musi Rawas, Muara Enim and Musi Banyuasin in South Sumatra. The data analysed by eco-nomic analysis and regression analysis.
The result showed. That proportion allocation of labour traditional farmer and modern are 35,6% and 39,58% less than proportion income household farmer from rubber are 73,87% and 80,48% so the traditional farmer and modern farmer made ability allocation of labour to get income. The affect factors of allocation of labour are positive affect to income farmer, farmer age, total of member household, formal education, rubber replanting and negative affect to productivity of rubber, saving household, replanting are.
Keyword : Analysis economic, allocation of labour, impact.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tenaga kerja petani tradisional dan maju da-lam memperoleh pendapatan rumah tangga kebun karetnya, mengalokasikan tenaga kerja keluarga secara optimal dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi tenaga kerja keluarga petani. Pengumpulan data primer secara acak dilakukan pada bulan Mei sampai Nopember 2004 dengan mewawancara sebanyak 360 petani responden pada 12 desa sebagai perwakilan dari Kabupaten Musi Rawas, Muara Enim dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tahun dimana proporsi alokasi tenaga kerja petani tradisional dan maju sebesar 35,6% dan 39,58% lebih kecil dari proporsi pendapatan rumah tangga petani dari usahatani karet sebesar 73,87% dan 80,48%. Ini berarti hipotesa ditolak karena terbukti petani tradisional dan maju mampu mengalokasikan tenaga kerjanya secara optimal untuk usahatani karet. Namun masih terdapat waktu luang masing-masing 284 hok per tahun dan 265 hok per tahun. Analisis regresi rumah tangga petani telah menghasilkan koefisien determinasi (R2) lebih dari 0,60. Alokasi tenaga kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan rumah tangganya, usia petani, pendidikan formal, peremajaan kebun karet dan jumlah anggota keluarga dan pengaruh negatif terhadap produktivitas kebun, tabungan rumah tangga petani dan luas areal karet.
Kata kunci : Analisis ekonomi, kebutuhan hidup, pengaruh.
Langganan:
Postingan (Atom)